DPR : Aturan Teknologi 5G Jangan Hanya Untungkan Investor

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI, Toriq Hidayat mengatakan, kondisi pandemi covid-19 saat ini secara tidak langsung meningkatkan perkembangan teknologi di Indonesia, khususnya internet. Hal ini bisa dilihat dari naiknya penggunaan internet di Indonesia selama pandemi.

Diketahui, pada awal penerapan work from home (WFH) menurut data PT Telkom, terdapat peningkatan pengguna internet di Indonesia sebanyak 40%. Penambahan traffic internet juga meningkat 20% dibandingkan waktu normal.

“Tujuh bulan terakhir, data communication atau internet sudah merupakan kebutuhan primer dan akan menjadi salah satu faktor penting bagi pulihnya bidang kesehatan dan ekonomi pasca pandemi,” kata Toriq dalam keterangannya, Kamis (17/9).

Namun, menurut Toriq, perlu ada peningkatan teknologi sinyal dari 4G ke 5G oleh pemerintah. Terlebih, pandemi ini membuktikan komunikasi antar manusia dengan berbagai tujuan bisa memanfaatkan jaringan internet.

“Berbagi data dengan ukuran kecil sampai besar cukup dilakukan dengan berselancar di dunia maya. Oleh karena itu, teknologi 5G menjadi penting untuk menggantikan teknologi sebelumnya,” ucapnya 

Untuk itu, ia meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membuat aturan soal teknologi 5G. Diharapkan, dengan adanya aturan yang jelas, teknologi 5G bisa dirasakan oleh semua kalangan.

Sebelumnya, Kemenkominfo memang berencana mengatur teknologi 5G dalam RUU Cipta Lapangan Kerja (Ciptaker). Namun, Toriq menilai hal ini hanya menguntungkan para investor dan pengusaha.

“Harus ada aturan yang memberi manfaat sebesar-besarnya untuk seluruh lapisan masyarakat. Bukan aturan yang hanya memberikan keuntungan buat pengusaha pemilik teknologi dan jaringan komunikasi,” imbuh Toriq.

Sebagai informasi, teknologi 5G adalah merupakan teknologi internet cepat yang hanya memerlukan waktu 0,4 detik dalam transfer data berukuran 1GB. Teknologi 5G ini juga diyakini bisa menghubungkan dari benda ke benda seperti mobil, lampu, bangunan dan perabotan rumah tangga.

“Bayangkan file data sebesar 1GB kecepatannya bisa diunduh dalam sekejap mata. Jadi memang perlu ada aturan untuk teknologi ini,” tutur Toriq. (Gisesya Ranggawari)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: