Kata Brendan Rodgers Setelah Leicester City Gagal Ke Liga Champions

22

Leicester arahan Rodgers harus mengubur mimpi lolos ke kompetisi elite Eropa musim depan seusai dibungkam Manchester United di pekan terakhir EPL.

Kampanye Leicester City di Liga Primer Inggris 2019/20 akan menjadi fondasi untuk kesuksesan di masa depan, kata manajer Brendan Rodgers.

Leicester mengamankan finis di urutan kelima di tabel klasemen akhir Liga Primer musim ini setelah kalah 2-0 dari Manchester Untied di pekan ke-38, Minggu (26/7) dini hari WIB tadi.

Sebelum pertandingan yang dilangsungkan di King Power Stadium semalam digelar, United berada di urutan ketiga dengan jarak satu poin dari Leicester yang menempati peringkat lima. Pemenang di partai ini akan mengamankan tempat ke kompetisi elite Eropa musim depan, namun United lah yang menunjukkan diri sebagai tim terbaik dan membungkam The Foxes.

United sendiri keluar sebagai pemenang melalui gol penalti yang dicetak Bruno Fernandes di pertengahan babak kedua dan sontekan Jesse Lingard di menit ke-98 memanfaatkan kelengahan kiper Kasper Schmeichel dalam menguasai bola.

Adapun ini merupakan finis tertinggi kedua buat Leicester, setelah mereka sempat juara pada 2015/16, dan ‘keberhasilan’ ini membuat mereka akan bermain di Eropa untuk kali kelima dalam sejarah klub.

Rodgers pun menilai The Foxes harus memanfaatkan momentum ini demi memajukan klub di masa depan.

“Saya pikir sampai momen penalti [United], rencana kami berjalan baik,” kata Rodgers kepada LCFC TV. “Kami sudah tahu ancaman mereka adalah dari kecepatan dan kemampuan untuk berlari dari belakang, jadi kami harus melawan itu dengan bertahan sedikit lebih dalam. Saya pikir kami bisa membendungnya dengan sangat, sangat baik.

“Tim lawan tidak memiliki banyak tendangan ke arah kami, namun kami juga cukup berbahaya dalam serangan balik. Jadi, ya, saya pikir kami tampil bagus di babak pertama, kami hanya perlu sedikit lebih banyak kualitas di sepertiga akhir.

“Di babak kedua, kami memulainya dengan baik dan lagi-lagi, kami terlihat bisa mengancam. Namun, tentunya, kami kemudian memberi tim lawan penalti, dan dari titik tersebut, itu sulit karena Anda kemudian harus mengejar dan mencoba mencari dua gol.

“Secara keseluruhan, ya, kami kecewa, kami terluka karena ini adalah kesempatan terakhir untuk lolos ke Liga Champions. Namun saya tekankan kepada para pemain bahwa mereka sudah tampil fantastis di sepanjang musim.

“Kami perlu menaikkan level ambisi dari segi kinerja, meningkatkan konsistensi namun kami sudah punya platform hebat musim ini untuk mudah-mudahan bisa ditingkatkan dan dikembangkan musim depan.”

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: