Jarang Dibersihkan, Jam Tangan Bisa Lebih Berkuman dari Kursi Toilet

14

- Advertisement -

KOMPAS.com – Selama masa isolasi diri di tengah wabah Covid-19, jam tangan pintar seakan menjadi teman terdekat.

Mulai dari membangunkan di pagi hari, menemani bekerja dari rumah, yang paling penting, mengingatkan untuk jalan atau lari, meski itu hanya di sekitar kompleks perumahan.

Tapi, seberapa sering kamu membersihkannya?

Tahukah kamu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa benda kecil ini menjadi rumah bagi kuman-kuman, bahkan lebih banyak dari kursi toilet.

Dalam upaya untuk mengetahui perangkat mana yang paling kotor setelah digunakan secara reguler, pengecer CompareMyMobile memeriksanya sendiri untuk menyeka sekelompok ponsel, keyboard, jam tangan pintar, dan pengontrol permainan video.

Mereka menguji tiga jenis bakteri, khususnya coliform (yang sering ditemukan dalam kotoran manusia), stafilokokus penyebab infeksi, dan enterobacteriaceae (keluarga bakteri yang termasuk jenis E.Coli dan Salmonella).

Dari daftar di atas, jam pintar adalah yang terburuk, mengembangkan lebih dari 250 koloni bakteri per centimeter. Untuk menempatkan ini dalam perspektif, ini adalah 3.746 persen lebih banyak bakteri daripada dudukan toilet.

Sedangkan ponsel berada di urutan kedua, dengan 100 koloni per centimeter, diikuti oleh keyboard, kemudian pengontrol permainan video.

Bakteri yang terdapat pada benda-benda tersebut, diketahui bisa menyebabkan berbagau penyakit, seperti keracunan makanan, infeksi kulit, dan (dalam kasus ekstrem) pneumonia, dan sindrom syok toksik.

“Pengujian kami menemukan bahwa pemilik jam tangan pintar harus secara teratur membersihkan teknologi mereka, memastikan untuk membersihkan permukaan dari arloji,” kata Daniel Clifford, juru bicara dari CompareMyMobile.

“Ini terbukti benar, apalagi jika kamu selalu menggunakan jam tangan pintar untuk melacak kebugaran di gym atau ketika berlari, karena keringat dan kotoran yang menempel dapat menyebabkan jam tangan menjadi sangat kotor,” pungkasnya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: