09

KOMPAS.com – Satu dekade berdiri, Vivo sudah banyak menelurkan produk dengan beragam inovasi. Salah satu inovasi yang cukup mencuri perhatian adalah seri X1 yang dirilis tahun 2012 lalu.

Seri tersebut didaulat menjadi ponsel paling ramping kala itu dengan ketebalan 6,65 mm dan membuat nama Vivo semakin dikenal di kancah industri smartphone global.

Sejak saat itu, Vivo makin gencar memperkenalkan smartphone baru mereka dengan membawa sejumlah fitur baru yang beberapa di antaranya diklaim menjadi yang pertama di dunia.

“Sebagai perusahaan teknologi, inovasi tentu menjadi penggerak bagi Vivo untuk tumbuh dan terus relevan dengan perkembangan di industri,” kata Edy Kusuma, Senior Brand Director Vivo Indonesia, dalam keterangan tertulis kepada KompasTekno, Rabu (15/1/2020).

Konsistensi Vivo dalam inovasi teknologi merupakan hasil racikan tim riset dan pengembangan (R&D) independen yang tersebar di sembilan lokasi. Pusat riset tersebut berlokasi di Shenzhen, Dongguan, Nanjing, Beijing, Shanghai, Hangzhou, Taipei, Tokyo, dan San Diego di Amerika Serikat.

Fokus dari sembilan pusat riset ini adalah menghadirkan teknologi termutakhir, termasuk pengembangan teknologi 5G, AI, dan kamera untuk diterapkan di produk konsumen serta perancangan desain perangkat.

Selain pusat riset di atas, Vivo juga memiliki lima basis produksi yang siap menggelontorkan produk siap pakai ke konsumen. Pusat produksi tersebut berlokasi di Dongguan, Chongqing, India, Bangladesh, dan Indonesia di Cikupa, Tangerang.

Pusat riset Vivo telah banyak menghasilkan inovasi teknologi yang telah diterapkan di produk-produk smartphone Vivo. Apa saja yang sudah dihasilkan pusat riset Vivo dalam tujuh tahun terakhir, simak daftarnya di bawah ini.

Tahun 2012

Tidak hanya dikenal sebagai ponsel teramping di dunia pada masanya. Seri Vivo X1 juga menjadi ponsel pertama yang didukung chip audio Hi-Fi pertama di dunia kala itu.

Vivo X1 juga dibekali beberapa opsi headphone Hi-Fi, yakni Beyerdynamic MMX 71 iE, AKG K420, atau Sennheiser CX215. Dukungan itu membuat Vivo X1 juga memberikan pengalaman musik yang mumpuni.

Tahun 2014

Pada tahun 2014, Vivo kembali memperkenalkan smartphone baru yang digadang menjadi yang teramping di dunia. Ponsel tersebut adalah Vivo X5 Max. Vivo X5 Max memiliki tebal 4,75 mm dan menjadi yang tertipis di dunia saat itu.

Tahun 2017

Tahun 2017, Vivo mulai bereksperimen di sektor kamera. Alhasil, kamera dual selfie beresolusi 20 megapiksel pertama di dunia resmi diluncurkan melalui Vivo V5 Plus.

Kamera 20 megapiksel ditemani kamera sekunder beresolusi 8 megapiksel untuk menghasilkan efek foto selfie bokeh.

Masih di tahun yang sama, Vivo kembali memperkenalkan smartphone dengan kamera depan beresolusi 24 megapiksel pertama di dunia melalui Vivo V7 Plus.

Kamera tersebut memiliki bukaan lensa f/2.0 dan dilengkapi dengan fitur Face Beauty, dan mode portrait untuk menghasilkan foto selfie dengan efek bokeh meski hanya berbekal kamera tunggal.

Tahun 2018 Pada tahun 2018, Vivo memperkenalkan beberapa inovasi di berabagai sektor. Mulai dari desain layar bezel-less atau berbingkai tipis dengan rasio bodi ke layar yang diklaim mencapai 91 persen.

Inovasi ini dikenalakan Vivo melalui smartphone konsepnya, Apex 2018. Tidak hanya itu, Apex 2018 juga membawa teknologi half screen in-display fingerprint atau pemindai sidik jari setengah layar.

Teknologi itu memungkinkan area pemindai sidik jari dalam layar mencakup setengah layar ke bawah. Inovasi tersebut diharapkan memudahkan pengguna untuk membuka kunci layar.

Vivo kemudian merealisasikan teknologi pemindai sidik jari ke seri Vivo X20 UD. Teknologi itu kemudian dibawa ke Indonesia melalui perilisan Vivo V11 Pro. Di tahun yang sama, Vivo juga memperkenalkan asisten virtual berbasis AI besutannya bernama Jovi.

Tahun 2019

Inovasi Vivo masih berlanjut di tahun 2019. Vivo memperkenalkan Vivo V15 yang diklaim sebagai smartphone pertama dengan kamera pop-up beresolusi 32 megapiksel.

Mekanisme pop-up dipilih sebagai alternatif penempatan kamera depan, demi memaksimalkan area layar. Vivo juga kembali memperkenalkan Apex 2019 dengan segala terobosan baru yang mutakhir.

Apex 2019 menonjolkan konsep ponsel tanpa tombol dan colokan apapun. Alhasil, beragam sensor ditanamkan di dalam bodi smartphone.

Salah satunya adalah sensor pemindai sidik jari yang ditanam di dalam layar. Apex 2019 mengusung teknologi full fingerprint display alias pemindai sidik jari di seluruh permukaan layar.

10

Vivo Apex memiliki fitur pemindai sidik jari bernama Fingerprint Light. Pengguna bisa memindai sidik jari di seluruh layarnya, bukan hanya di titik tertentu saja. Bahkan, pengguna bisa memaksimakan keamanan dengan memindai dua jari sekaligus.(WAHYUNANDA KUSUMA/KOMPAS.COM)

Ponsel konsep ini juga memperkenalkan teknologi Body Soundcasting Technology. Teknologi ini menggunakan piezo electric ceramic untuk menghasilan suara dan getaran di bodi belakang.

Tidak hanya berperan sebagai speaker yang mengeluarkan suara, teknologi ini juga bisa menyerap suara untuk mikrofon. Satu lagi inovasi Vivo di tahun 2019, yakni dual pop-up selfie kamera 32 megapiksel.

Inovasi ini meluncur di Vivo V17 Pro. Kamera 32 megapiksel itu ditemani kamera sekunder 8 megapiksel.

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.