16

Jakarta – Anda pernah dengar jam tangan microbrand? Secara sederhana, adalah merek-merek jam tangan yang diproduksi dalam skala kecil dan bukan brand besar. Horology Story, kanal YouTube milik Timeindo memberi pencerahan tentang jam yang kekinian ini.

Meski demikian, bukan berarti jam tangan microbrand tak punya kualitas. Bahkan, situs timeindo.id dan channel YouTube Horology Story yang dikelola dari Jakarta, secara khusus mengupas dan me-review produk jam (horologi), membuat satu tulisan pencerahan mengenai jam tangan microbrand.

Mengutip Timeindo, jam tangan microbrand adalah jam yang didesain atau diproduksi oleh perorangan atau perusahaan skala kecil yang independen, tidak terikat oleh perusahaan atau grup korporasi lain apapun. Industri yang membuatnya bisa hanya dijalankan oleh dua, tiga, atau lima orang dengan produksi yang juga terbatas. Mungkin satu perusahaan hanya memproduksi antara 300-2000 unit jam tangan per tahun. Saat ini ada ratusan merek jam tangan microbrand yang beredar di pasar.

Sejarah Microbrand

Menurut Timeindo, tidak diketahui jelas kapan microbrand ini dimulai dan oleh siapa. Tak ada yang pernah melalukan riset secara khusus buat industri ini. Yang pasti, sejak era internet dimulai sekitar pertengahan tahun 2000 mulai bermunculan merek jam tangan microbrand dijual secara langsung melalui internet.

Awalnya ini bukan sebuah industri seperti sekarang tetapi hanya sekadar bisnis yang berbasis hobby bagi orang-orang yang suka desain jam tangan yang diproduksi dalam jumlah sangat terbatas dan dijual secara langsung melalui internet. Pada saat itu eBay adalah platform terbaik buat mereka.

Pasar Amerika yang memulai membesarkan industri microbrand. Banyak sekali brand-brand mikro yang berasal dari Amerika yang mulai dikenal sejak tahun 2010, antara lain Dan Henry, Halios, Gorilla Watches, atau Christoper Ward. Bahkan mereka punya wadahnya buat show off jam tangan microbrand mereka seperti Worn and Wound, Windup, dan lainnya.

Lalu dunia digital terus berkembang dan industri crowdfunding pun mulai marak dibuktikan dengan kemunculan crowdfunding

platform seperti Kickstarter dan Indigogo. Platform ini menjadi tempat terbaik buat para pemilik proyek jam tangan untuk mendapatkan dana di awal. Biasanya costumer membeli secara pre-order dan mereka menunggu produksinya selesai baru barang dikirim.

Jam Tangan Microbrand

Jam Tangan Microbrand yang dipasarkan Timeindo di Indonesia (Foto: Timeindo)

Crowdfunding seperti Kickstarter dan Indigogo ini sangat membantu merek-merek microbrand karena kebanyakan produsen tidak memiliki kapital yang cukup. Melalui crowdfunding ini, microbrand mendapatkan dana, lalu mendapatkan costumer dan pre-order kemudian produksi dan akhirnya distribusi.

Disajikan di Timeindo dan dituturkan di kanal YouTube Horology Story, 95% microbrand sekarang ini lahir dari platform crowdfunding. Tidak cuma di Amerika tetapi di berbagai negara seperti Prancis, Italia, Inggris, Selandia Baru, Singapura, Australia, Hongkong, Swiss, dan lainnya, microbrand tumbuh pesat.

Kenapa Microbrand?

Timeindo menjelaskan kenapa jenis jam ini banyak diminati, selain pengunanya banyak yang anti main stream.

1. Gap antara luxuri watches atau jam tangan mewah dan jam tangan murah terlalu jauh.

Di level tengah para watches antusias lihat Swiss watches terlalu mahal dan tidak semua orang mampu tapi juga mereka tidak mau membeli jam tangan murah. Maka alternatif terbaik adalah mencari merek tengah yang menyajikan kualitas dan desain yang bagus dengan harga yang terjangkau. Maka mulai mereka melihat jam tangan merek microbrand.

2. Udah mulai bosan dengan desain jam yang begitu-begitu saja

Jam tangan yang banyak beredar dari merek-merek terkenal desainnya tidak terlalu beragam. Alhasil, penggemar jam tangan mulai melirik jam tangan microbrand. Mereka mencari desain jam tangan yang berbeda, unik, stand up from the crowd, bahkan keluar dari konsep desain jam tangan yang konvensional.

3. Maraknya jam tangan replika yang harganya mahal

Produsen jam tangan microbrand melihat ini sebagai opportunity. Banyak orang memiliki jam tangan mewah namun replika yang harganya lebih dari Rp 5 juta – Rp 10 juta. Dengan memilih jam tangan microbrand, mereka mendapatkan jam tangan dengan kualitas yang asli dan desain bagus.

4. Dukungan digital yang murah dan mudah

Branding marketing bukan lagi budget yang terlalu mahal untuk memperkenalkan merek jam tangan baru. Dengan budget produksi yang terbatas, jam tangan microbrand  saat ini bisa hadir di Facebook, Instagram, YouTube seperti YouTube salah satunya dari Indonesia kanal Horology Story. Hal ini memudahkan produsen jam tangan microbrand menjangkau dan memperkenalkan jam tangannya.

Kelebihan Microbrand

Menurut Timeindo, jam tangan microbrand banyak digemari karena beberapa alasan, yakni:

  1. Berbeda dari orang lain. Anda memakai jam tangan yang pasti tidak sama dengan yang dipakai orang lain.
  2. Spek tinggi namun harga terjangkau

Solid build finishing, perfect finishing, ceramic insert, superluminova, sapphire crystal, water resistant 300 meter atau lebih, solid bracelet, dan reliable movement. Nah, inilah spesifikasi impian jam tangan dengan spek yang bagus. Di merek terkenal, Anda harus bayar mahal, mungkin bisa sampai ratusan juta. Tetapi pada jam tangan microbrand, di Jakarta harga dibandrol hanya Rp 5 juta- Rp 10 juta.

3. Ada yang bisa costum design

Beberapa microbrand di-costumize sesuai dengan yang diinginkan pelanggan. Contohnya merek Undone yang bisa pilih desain bahkan diberi nama Anda sendiri. Banyak desain yang khusus dijual di negara tertentu, contohnya Indonesia dengan desain Love Indonesia atau Boldr Expedition Limited Edition untuk Indonesia yang sebentar lagi dirilis.

Jam Tangan MicrobrandJam Tangan Microbrand yang dipasarkan Timeindo di Indonesia (Foto: Timeindo)

4. Bisa jadi alternatif hadiah atau kado

Anda ingin memberi hadiah jam tangan? Anda malu jika memberi jam tangan KW, namun membeli Rolex terlalu mahal, membeli Seiko terlalu banyak orang yang pakai, maka microbrand bisa jadi alternatif yang baik dengan desain yang unik dan kualitas yang bagus.

5. Harganya terkontrol dengan baik

Dalam industri microbrand, jalur distribusinya sangat terbatas dan ini membuat jam tangan microbrand harganya terkontrol termasuk pada semua reseller. Penjual wajib mengikuti harga sesuai harga resmi dari website utamanya, tidak boleh terlalu rendah, apalagi terlalu tinggi.

6. Bisa jadi bisnis yang potensial

Jam tangan microbrand bisa menjadikan peluang bisnis bahkan bisa dikembangkan sampai punya merek jam tangan sendiri, saat ini hadir di Jakarta, Bandung, Bali dan beberapa kota besar di Indonesia. []

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.