Berita Manchester City: Khaldoon Al Mubarak Sebut Presiden La Liga Munafik

31

Al Mubarak justru menuding klub-klub top La Liga yang terlebih dahulu merusak sepakbola Eropa dengan belanja besar-besaran mereka di masa lalu.

Pimpinan Manchester City, Khaldoon Al Mubarak tampak kesal menanggapi komentar presiden La Liga Spanyol, Javier Tebas yang menuduh pihaknya telah menghancurkan sepakbola Eropa.

Sebelumnya, Tebas sempat menyindir dua klub kaya Eropa, City di bawah naungan City Football Group milik Sheikh Mansour dan Paris Saint-Germain yang dikendalikan Qatar Sports Investments, telah mencapai kesuksesan dalam beberapa tahun terakhir berkat pengeluaran finansial yang tidak masuk akal.

Baik City mau pun PSG juga sama-sama selalu lolos dari aturan Financial Fair Play (FFP), meski The Cityzens bekalangan masuk ke ranah investigasi UEFA. Fakta tersebut mendasari Tebas untuk mengeluarkan komentar bernada sinis.

Namun menanggapi hal tersebut, Al Mubarak mengatakan “ada kemunafikan dalam pernyataan yang ironis” dikeluarkan oleh sang presiden La Liga, karena klub-klub top Spanyol secara historis juga bertanggung jawab terhadap adanya ledakan dalam harga pasar transfer pemain. Ia juga menduga ada muatan rasisme dalam komentar Tebas.

“Saya pikir ada sesuatu yang sangat salah membawa etnisitas ke dalam perbincangan ini,” ujar Al Mubarak. “Ini buruk. Saya pikir caranya [Tebas] menggabungkan permasalahan tim [City dan PSG] karena etnisitas. Sejujurnya itu sangat mengganggu.”

Menjawab sindiran Tebas soal belanja besar-besaran yang dilakukan City, ia menambahkan: “Nomor satu, mari kita lihat liga Spanyol, saat memecahkan rekor perekrutan pemain, maksud saya, siapa yang memulai itu?”

“Mari melihat ke belakang tentang rekor dunia, [Luis] Figo, [Zinedine] Zidane. Anda tahu, sejarahnya, Anda harus melihat kembali ke sejarah La Liga, liga yang didominasi oleh dua klub dan tuan Tebas harusnya mengetahui sejarah liganya sendiri dan distorsi yang telah terjadi sepanjang masa.”

“Dan kemudian Anda melihat kembali ke daftar transfer. Dalam sepuluh besar transfer sepanjang masa, Manchester City sama sekali tidak punya satu pun pemain di sana. Jadi saya tidak terlalu menganggapnya secara serius dan saya meminta kepada fans untuk selalu menempatkannya dalam konteks.”

“Dan saya pikir orang-orang dengan rumah kaca tidak boleh melempar batu. Saya senang untuk berbicara dengan siapa pun selama perbincangannya berdasarkan fakta tapi sekali kita berbicara tentang sindiran dan hanya teori, saya tidak punya waktu untuk itu.”

Selama di bawah kendali Sheikh Mansour sejak 2008, City sukses meraih empat trofi Liga Primer, empat Piala Liga serta dua Piala FA.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: