18

KOMPAS.com – Tahun ini, varian jam tangan Casio, Baby-G memasuki usia ke-25 tahun. Peringatan itu akan dirayakan dengan merilis replika arloji pertama Baby-G, DW-520 yang diproduksi pada tahun 1994. Arloji replika yang disebut BGD-525 akan dirilis di Jepang pada bulan Desember 2019, bertepatan dengan perayaan ulang tahun Baby-G. Di tahun 90-an, arloji DW-520 diklaim sebagai model yang amat populer. Saking masyurnya, jam ini mampu mengubah persepsi pengguna dari fungsi jam tangan digital menjadi bagian dari fesyen dalam mendukung penampilan perempuan.

“Casio amat bangga karena telah menjadi bagian penting dalam kultur fashion tiap generasi di dunia.” “Baby-G diciptakan untuk menjawab kebutuhan dan keinginan perempuan untuk tampil tangguh, namun tetap cantik di saat yang bersamaan.” Begitu diungkapkan Hirokazu Satoh, Chief Representative Casio Singapore, Jakarta Representative Office dalam keterangan pers kepada Kompas.com, Jakarta, Jumat (1/2/2019). “Kami berterima kasih untuk penggemar Baby-G di seluruh dunia, karena tanpa kontribusi mereka kami tidak akan berkarya hingga sejauh ini.”

Sejarah dan capaian

19.JPG

Nama Baby-G berasal dari huruf ‘G’ pada G-Shock yang berarti tahan gravitasi atau tidak akan rusak ketika dijatuhkan dari ketinggian hingga 10 meter. Sementara, kata ‘Baby’ diartikan sebagai orang terdekat yang disayangi. Baby-G terbukti mampu menarik perhatian remaja perempuan di awal tahun 90’an, karena dirasa pas dalam mengombinasikan kultur generasi muda dengan tren fesyen pada saat itu. Pada era tersebut, G-Shock merupakan salah satu aksesoris yang dilirik oleh kaum adam, karena fungsi dan penampilan yang memberikan kesan maskulin bagi pemakainya. Namun bukan hanya pria yang terpikat dengan G-Shock, perempuan pun demikian. Fenomena itulah yang kemudian menjadi inspirasi lahirnya Baby-G .

Seiring dengan perkembangan jaman, pada tahun 2014, Baby-G mulai menjadikan perempuan dewasa usia 20-30 tahun sebagai target market. Target itu merupakan pelebaran dari segmen remaja perempuan yang sudah menjadi target utama Baby-G sejak awal. Baby-G saat ini ingin dikenal sebagai ‘pasangan G-Shock’, bukan lagi ‘adik perempuan. Dari pergeseran tersebut, Casio melakukan perubahan pada logo Baby-G yang sudah digunakan sejak model pertamanya dirilis, menjadi BABY-G, dengan huruf kapital seluruhnya.

Teknologi dan capaian

20.jpg

Dengan tetap mengedepankan unsur fesyen pada desainnya, Baby-G tidak melupakan fungsi utamanya sebagai jam tangan yang mampu memberikan kemudahan bagi penggunanya.

Casio pun konsisten mengembangkan teknologi dari Baby-G dari masa ke masa.

Dimulai dari jam tangan analog, seri BG-10; seri BGT-2000, yang merupakan Baby-G pertama dengan fitur radio controlled di dalamnya.

Lalu. seri jam tangan solar BG-800; dan BGT-2500 yang rilis pada tahun 2003 dengan tenaga solar dan radio controlled.

Kemudian, seri BG-370R dengan fitur ketahanan air hingga 200 meter.

Ada juga seri G-MS, dengan rangka metal yang memberikan kesan dewasa serta mewah; dan salah satu seri G-Squad yaitu BSA-B100 yang memiliki fitur penghitung langkah.

BSA-B100 dapat dihubungkan dengan smartphone melalui koneksi bluetooh sehingga pengguna dapat melihat berapa banyak langkah yang dilakukan dan konversi perkiraan kalori yang terbakar.

Di sisi lain, karena memiliki mayoritas pengguna usia remaja, Baby-G sadar akan pentingnya fitur unik yang menyenangkan pada seri jam tangan mereka.

Casio lantas menambahkan fitur entertainment seperti EL animations dan melodic alarms, yang kini kian menjadi populer di kalangan penggemarnya.

Pada line up jam tangan Baby-G, Casio seringkali menggunakan beragam materi baru dan teknolologi unik.

Antara lain, ada tiga warna lampu LED, polymer network liquid crystal pada bagian muka jam tangan, bahan kain, dan kulit untuk tali jam tangan yang bisa dilepas, dan pasang dan masih banyak yang lainnya.

Hingga tahun 2019, Baby-G menjual 40 juta unit jam tangan di seluruh dunia.

 

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.