19

Jakarta, CNN Indonesia — Tahun 2019 dinilai akan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi industri teknologi. Pasalnya, perang dagang dengan bumbu ketegangan geopolitik menjadi tantangan terbesar.

Selain itu, kepercayaan publik pun menjadi pertaruhan dalam industri ini. Dilansir dari AFP, Technalysis Research Bob O’Donnell menegaskan hal tersebut.

“Saya pikir 2019 akan menjadi tahun tantangan terkait kepercayaan untuk industri teknologi,” ujarnya.
Consumer Technology Association (CTA), asosiasi yang menggelar Consumer Electronic Show mengungkapkan sektor teknologi memang tengah dirugikan oleh tarif dan gesekan perdagangan antara dua pelaku ekonomi terbesar yakni China dan Amerika Serikat.
Lihat juga:Facebook Messenger Uji Fitur ‘Dark-Mode’
CTA mencatat tarif pada produk teknologi melonjak menjadi US$1,3 miliar pada Oktober lalu. Lonjakan ini turut mengkerek kekhawatiran mengenai pertumbuhan.

“Hampir tak terhindarkan bahwa pelambatan ekonomi akan terjadi jika tarif ini terus berlanjut,” kata Sage Chandler, Wakil Presiden CTA untuk Perdagangan Internasional.

Masalah perdagangan AS-China dan penangkapan eksekutif raksasa teknologi China, Huawei di Kanada menimbulkan pertanyaan besar mengenai rantai pasokan. Pasalnya, terdapat sistem di mana desain AS diproduksi di China untuk pasar global.

CES 2019 Tetap Hadir

Namun, di tengah ‘kegalauan’ industri teknologi, gelaran tahunan ajang ‘pamer’ teknologi terkini tetap berlangsung di Las Vegas pada 8 Januari mendatang.

Inovasi teknologi futuristik dari mulai sektor hiburan, kesehatan, transportasi hingga olahraga akan dipamerkan. Perangkat cerdas yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan kembali menjadi fokus CES.
Lihat juga:Google Maps Sediakan Fitur Pesan Instan
Beberapa teknologi seperti robot intuitif, serangkaian perangkat yang diaktifkan dengan suara, dan tampilan ponsel cerdas yang terlipat atau digulung. CES juga akan menampilkan penyempurnaan transportasi otonom dan gadget yang memanfaatkan 5G, atau jaringan nirkabel generasi kelima.

Kecerdasan buatan pun akan menjadi fokus. Salah satunya personalisasi pengalaman pengguna dengan perangkat. Namun, ekosistem ini harus bekerja keras mendapatkan kepercayaan consumer.

Pasalnya, kepercayaan diri masyarakat telah terkikis oleh skandal kebocoran data yang melibatkan Facebook, Google dan aplikasi yang melibatkan informasi pribadi lainnya.

“Publik waspada karena peristiwa baru-baru ini,” kata Roger Kay, analis dan konsultan dengan Endpoint Technologies Associates.

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.